Kisah Penyintas Polio Terakhir AS yang Hidup dengan Iron Lung hingga Akhir Hayat

Business399 Views

Seorang wanita asal Oklahoma baru saja meninggal di usia 78 tahun. Ia dikenal sebagai penyintas polio terakhir di Amerika Serikat yang masih bergantung pada mesin iron lung.

Iron lung adalah alat pernapasan besar berbentuk tabung yang populer digunakan pada era 1950-an. Mesin ini membantu pasien yang lumpuh otot dadanya akibat polio. Wanita ini sudah menghabiskan puluhan tahun di dalamnya.

Kabar duka datang setelah mesin iron lung miliknya mulai rusak dan tidak ada teknisi yang mampu memperbaikinya lagi. Kondisi ini membuatnya semakin lemah hingga akhirnya meninggal dunia.

Selama hidupnya, ia tetap menjalani rutinitas harian meski terbatas di dalam mesin. Banyak orang mengenalnya sebagai sosok yang tangguh dan inspiratif bagi komunitas penyintas polio.

Kasus seperti ini mengingatkan kita betapa pentingnya vaksinasi polio yang sudah berhasil menekan penyakit tersebut di banyak negara. Generasi sekarang jarang melihat alat seperti iron lung karena sudah digantikan teknologi medis modern.

Kematiannya juga menyoroti tantangan perawatan jangka panjang bagi pasien yang bergantung pada peralatan lama. Tidak semua mesin antik bisa dirawat selamanya karena suku cadangnya sudah langka.

Cerita hidupnya menjadi pengingat bahwa polio pernah menjadi momok besar sebelum program imunisasi massal diluncurkan. Banyak keluarga dulu harus berjuang merawat anggota keluarga yang terkena dampaknya.

Dengan berkembangnya ventilator portabel, ketergantungan pada iron lung semakin berkurang. Namun bagi mereka yang sudah terbiasa, peralihan ke alat baru tidak selalu mudah.

Kini, dunia kehilangan satu lagi saksi hidup dari era polio yang sudah hampir terlupakan. Kisahnya tetap hidup melalui kenangan orang-orang yang pernah mengenalnya.