Berita duka datang dari Oklahoma, Amerika Serikat. Martha Lillard, perempuan yang selama puluhan tahun menjadi satu-satunya pasien polio di negeri Paman Sam yang masih bergantung pada iron lung, meninggal dunia di usia 78 tahun.
Iron lung sendiri adalah alat pernapasan raksasa berbentuk tabung yang populer pada era 1950-an. Bagi Martha, alat ini sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Setiap kali ia masuk ke dalam tabung itu, tekanan udara membantu paru-parunya bekerja karena otot pernapasan sudah lumpuh akibat polio.
Kabar kepergiannya tentu menyentuh banyak orang, terutama mereka yang mengikuti perjalanan hidupnya selama ini. Martha bukan sekadar pasien biasa. Ia menjadi simbol ketahanan manusia menghadapi penyakit yang dulu sangat ditakuti.
Di tengah kemajuan vaksin polio yang berhasil menekan kasus secara drastis, kisah Martha mengingatkan kita bahwa dulu ribuan anak harus berjuang keras hanya untuk bisa bernapas. Iron lung menjadi penyelamat nyawa saat itu, meski cara kerjanya terasa berat dan membatasi.
Salah satu konteks penting yang jarang dibahas adalah bagaimana vaksinasi massal mengubah wajah penyakit ini. Sebelum vaksin tersebar luas, Amerika Serikat mencatat puluhan ribu kasus polio setiap tahun. Setelah program imunisasi berjalan, angka itu anjlok dan iron lung pun semakin jarang terlihat di rumah sakit.
Selain itu, cerita Martha juga menyoroti evolusi teknologi medis. Kini, pasien dengan gangguan pernapasan serupa bisa menggunakan ventilator portabel yang jauh lebih ringkas dan memungkinkan mobilitas lebih tinggi. Iron lung yang dulu dianggap canggih sudah tergantikan oleh alat-alat modern yang lebih ramah pasien.
Bagi keluarga dan teman dekat Martha, kehilangan ini tentu meninggalkan kekosongan. Selama bertahun-tahun ia tetap aktif berbagi cerita lewat wawancara dan dokumenter, mengajak generasi muda untuk tidak melupakan sejarah polio. Sikapnya yang terbuka membuat banyak orang merasa lebih dekat dengan perjuangannya.
Di era hiburan digital saat ini, kisah seperti Martha jarang muncul ke permukaan. Padahal perjuangan hidupnya menyimpan pelajaran berharga tentang ketabahan dan pentingnya pencegahan penyakit. Semoga kenangannya terus hidup dan menginspirasi banyak orang untuk tetap menjaga kesehatan serta menghargai kemajuan medis yang ada sekarang.











